Monday, November 5, 2012

Pendidikan Jarak Jauh - Ujian Tengah Semester


Ujian Tengah Semester
Original post was on 2 November 2012

Soal-1
1.      Pembelajaran Tatap Muka vs Pendidikan Jarak Jauh.
a.       Perbedaan berdasarkan sisi PENGAJAR (Guru/Dosen)
Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan Jarak Jauh
1.      Dari sisi tempat belajar, Dosen/Guru harus datang pada suatu ruangan dimana mahasiswa menunggu mereka untuk mendapatkan pembelajaran.
1.      Dosen/Guru dimanapun bisa memberikan pendidikan kepada mahasiswanya dimanapun dosen berada. (Flexibilitas tinggi untuk tempat belajar)
2.      Dosen/Guru hanya bisa mengajar disatu tempat terikat saja, seperti kelas.
2.      Dosen/Guru bisa mengajar secara paralel (berbeda-beda)  pada mahasiswanya yang tersebar dimana-mana dalam 1 waktu, lebih efisien waktu.

b.      Perbedaan berdasarkan sisi PESERTA DIDIK (Siswa/Mahasiswa)
Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan Jarak Jauh
1.      Peserta didik harus mendatangi kampus dan mengikuti kelas yang sudah disediakan.
1.      Dimanapun tempatnya, baik dirumah, kosan, mall. Peserta didik masih bisa mengikuti perkuliahan yang ada,
2.      Peserta didik harus mengorbankan setidaknya 8 jam sehari untuk mengikuti kegiatan belajar di kampusnya.
2.      Mau kapanpun belajarnya, baik itu pagi, sore, atau malam, peserta didik bebas menentukan waktu belajarnya.

c.       Perbedaan berdasarkan sisi MEDIA PEMBELAJARAN YANG DIGUNAKAN
Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan Jarak Jauh
1.      Banyak kertas yang terbuang karena modul yang mereka gunakan, meski tergolong lebih murah pembeliannya.
2.      Media yang digunakan saat ini mungkin kebanyakan adalah komputer/laptop dibantu dengan kekuatan internet yang menghubungkan pengajar dengan peserta didik.
2        Lebih fokus pada penggunaaan media yang tidak diproyeksikan, seperti replika, model, foto dan bisa diliat secara langsung, disentuh, dan dirasakan bentuknya.
2        Medianya bisa diakses melalui komputer, laptop, dll. Bahkan hal terkecil seperti kuman pun bisa dipelajari melalui media yang digunakan dalam PJJ. Kecuali kalau penggunaannya masih menggunakan PJJ sistem surat-menyurat.

SOAL-2
Menurut Bates (1995) ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menggunakan media pembelajaran yang bisa dikaitkan kedalam sistem pengajaran jarak jauh, yaitu:
1.      Access
Aksesibilitas tinggi dalam menyediakan bahan ajar dan mudah untuk didapatnya. Tentunya harus diperhatikan dari dua sisi, yaitu institusi penyelenggara PJJ dan dari peserta didiknya sendiri. Andaikan institusi yang menyelanggarakan PJJ mengunggah bahan ajarnya disitus yang di protect dengan password dan dari sisi peserta didiknya pun tidak tahu password-nya maka akan menjadi percuma. Jadi, aksesibilats tinggi antara pihak penyelanggara PJJ dan peserta didik menjadi acuan pertama yang harus diperhatikan dalam media pembelajaran PJJ.
2.      Cost
“Dimana-mana tidak ada yang gratis, bahkan buang air kecil pun harus bayar”. Mungkin kutipan tadi bisa diperhatikan kalau biaya juga mempunyai peran yang penting untuk media pembelajaran jarak jauh. Ini juga tergantung media yang digunakan oleh pihak penyelenggara PJJ. Kalau hanya menggunakan akses internet dan menggunakan Skype, mungkin biaya modem dan internetnya yang harus diperhatikan oleh peserta didik.
3.      Teaching and Learning
Pemilihan media yang tepat untuk proses belajar dan mengajar juga harus diperhatikan. Media apa yang tepat untuk dipakai dan diaplikasikan untuk peserta didik dan pengajar.
4.      Interactivity
Adanya komunikasi dua arah baik dari sisi peserta didik maupun sisi pengajar yang akan menghasilkan feedback dari keduanya.
5.      Organizational Issue
Permasalahan dalam organisasi harus mendapat dukungan dari unsur-unsur yang ada dan terkait dalam sistem PJJ ini. Karena akan percuma apabila semua pihak yang terkait dalam PJJ ini sendiri tidak mengerti cara pengoperasian media yang ada.
6.      Novelty
Kemajuan teknologi saat ini bisa dikaitkan dengan media yang akan digunakan dalam PJJ. Semakin canggih media yang dipakai, makan akan semakin mudah juga proses belajar dan mengajarnya.
7.      Speed
Kecepatan media sangat berpengaruh dalam PJJ. Seandainya penggunaan media pos masih berlaku, maka penyampain informasi pengajarannya pun akan lambat. Maka, kecepatan juga hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media untuk PJJ.
Kesimpulannya, media yang baik untuk memenuhi proses belajar mengajar dalam PJJ menurut Bates (1995) harus mengikuti tujuh kriteria diatas berdasarkan aksesibilitas tinggi, kesepakatan harga, media belajar dan mengajar yang tepat, adanya komunikasi timbal balik dari pengajar dan peserta didik, kecanggihan media yang dipakai, dan kecepatan penyampain informasi pembelajaran.

Pendidikan Jarak Jauh - Tugas 4

TUGAS TOPIK-4
Original post was on 1 November 2012

Pada pendidikan formal, evaluasi hasil belajar bisa dibagi kedalam dua jenis, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya yang dirangkum dalam tugas-4.

1.  Jelaskanlah bagan peran Tes Formatif dan Tes Sumatif dalam Pembelajaran menurut Grolund!
   a.  Tes formatif dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan langkah-langkah perbaikan, sehingga adanya feedback terhadap keberhasilan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya, tes formatif ini dilaksanakan setiap akhir mata kuliah. Berikut peran tes formatif dalam pembelajaran menurut Gronlund (1992).

Dari bagan diatas, dapat dillihat bahwa tes formatif bertujuan untuk memonitor mahasiswa apakah mereka sudah mencapai hasil pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai/ditentukan? Kalau belum, mereka harus diberika remediasi baik kelompok atau individual, andaikan masih belum, masih harus dilaksanakan tes diagnostik yang mempelajari kesulitan apa yang dialami mahasiswa sehingga gagal berakali-kali dengan cara memberkikan mereka semacam latihan atau tugas. Sebaliknya, jika mahasiswa lulus mereka patut diberikan feedback yang untuk mendukung proses belajar mereka selanjutnya.

b.  Berbeda dengan evaluasi sumatif yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran, tes ini bertujuan untuk melihat kemampuan mahasiswa apakah sudah menguasai materi yang dipelajari atau belum. Hasil ini bisa digunakan untuk sistem penilaian maupun penentuan kelulusan mahasiswa (Gronlund, 1993). Berikut adalah tabel peran tes sumatif dalam pembelajaran:
Ada lima tes sumatif yang dapat diberikan kepada mahasiswa, yaitu tugas mandiri, ujian akhir semester, tugas tutorial, ujian praktek dan ujian komprehensif tertulis.

2. Jelaskanlah fungsi penilaian!
Penilaian adalah suatu hasil evaluasi belajar mahasiswa yang didasarkan pada tiga hal, yaitu:
·         Mengukur keberhasilan belajar mahasiswa
·         Mengevaluasi efektivitas mengajar dosen
·         Memberikan feedback kepada mahasiswa
Penilaian tentu sangat penting untuk mahasiswa untuk mengukur keberhasilan belajarnya. Karena sesungguhnya nilai itu jadi cerminan tingkat keberhasilan untuk mahasiswanya sendiri. Selain itu, sistem penilaian juga bisa memacu, mengerahkan, dan memberikan semacam reward dari dosen atas tugas-tugas yang ia kerjakan.
Tidak hanya dari pihak mahasiswanya saja, dosen juga bisa mengevaluasi kinerja atau cara pengajarannya, apakah sudah berhasil atau belum. Karena keberhasilan seorang dosen adalah keberhasilan mahasiswanya sendiri.

3.  Apa saja yang Anda ketahui tentang bentuk-bentuk tes sumatif pada PJJ?
Setelah membaca topik-4, bentuk-bentuk tes sumatif dalam PJJ di Indonesia ada lima. Berikut penjelasannya:
a.       Tugas Mandiri
Tugas mandiri atau TM boleh dilakukan dimanapun dan kapanpun asal tidak melewati batas akhir pengumpulan baik individu maupun kelompok. Tujuannya tidak lain untuk memacu dan membuka kembali materi yang sudah diajarkan sebelumnya, penilaian dari TM sendiri hanya diambil 20% dari 100% kegiatan diluar TM.
b.      UAS (Ujian Akhir Semester)
Berdasarkan topik-4, UAS bisa dijadikan alat ukur keberhasilan mahasiswa jika TM tidak dikerjakan atau nilainya lebih rendah dari UAS. Biasanya, semua materi yang diajarkan pada semester itu akan diujikan di UAS ini.
c.       Tugas Tutorial
Tutorial adalah waktu dimana mahasiswa dan dosen saling berkomunikasi. Karena, di tutorial ini dosen membimbing mahasiswanya baik secara individu maupun kelompok tidak lain untuk memonitor kemanjuan mahasiswanya.
d.      Ujian Praktik
Ujian praktik dilaksanakan untuk beberapa mata kuliah yang menitik beratkan pada kegiatan praktiknya dibanding materi. Penilaiannya juga berdasarkan kinerja mahasiswa dilapangan.
e.       UKT (Ujian Komprehensif Tertulis)
UKT adalah ujian akhir program studi untuk mahasiswa, jika mahasiswa gagal disini maka program studi pun tidak akan meluluskan mahasiswa tersebut.

Pendidikan Jarak Jauh - Tugas 3

TUGAS TOPIK-3
Original post was on 31 October 2012

Setelah mempelajari topik-3, berikut 4 hal yang saya ketahui mengenai sumber belajar.
1.      Media pembelajaran
Media pembelajaran adalah sebuah alat perantara yang menghubungkan antara pengajar dan yang diajar dalam konteks pendidikan yang memungkinkan mereka berinteraksi dan saling berkomunikasi bertukar pikiran. Tapi, proses komunikasi adanya mengalami hambatan yang mengakibatkan pengajar dan yang diajar mengalami miss communication. Oleh karena itu media pembelajaran harus punya tujuan memberi dan memotivasi peserta didik, merangsang peserta didik untuk mengingat yang sudah dipelajari, dan yang terakhir harus terencana. Dalam media pembelajaran harus mencakup pesan/materi yang akan disampaikan, tenaga ahli yang ahli dibidang pengajarannya, bahan pengajarannya, alat bantu yang bisa melengkapi pesan, tenaga ahli dan bahan ajarnya, teknik/prosedur penyamapaian materi dan terakhir adalah tempat pengajarannya.
2.      Fungsi media pembelajaran
Fungsi dasar media pembelajaran adalah menyampaikan pesan dalam proses komunikasi antara pengajar dan yang diajar. Sebagai akibat dari aktifitas ini, peserta didik pun merasakan benefit-nya karena telah belajar sesuatu.
3.      Jenis-jenis media pembelajaran
Menurut Heinich, Molenda dan Russel (1996) ada enam jenis media pembelajaran yag bisa digunakan, yaitu:
a.       Media yang tidak diproyeksikan (model, foto, gambar)
Media yang diproyeksikan bisa dibagi kedalam dua jenis, yaitu dua dimensi dan tiga dimensi. Bahan cetak seperti foto, gambar, poster tergolong pada media proyeksi dua dimensi, sedangkan replica, model, dan simulator tergolong kedalam yang tiga dimensi.
b.      Media yang diproyeksikan
Penggunaan media ini dengan cara diproyeksikan ke sebuah layar, biasanya berupa film dan presentasi. Semua ilmu yang akan disampaikan diproyeksikan kedalam sebuah layar dibantu tenaga pengajar yang menguasai ilmunya.
c.       Media audio
Suara yang direkam kedalam kaset, CD, atau DVD dan sifatnya bisa diputar berulang-ulang sebagai media pembelajaran. Contohnya adalah listening dalam permatakuliahan Bahasa Inggris.
d.      Media video
Perkembangan dari yang tadinya hanya bisa mendengarkan, sekarang bisa juga melihat video atau gambar bergeraknya diiringi suara.
e.       Komputer
Bisa dibilang ini adalah media tercanggih yang saat ini ada sebagai media pembelajaran, karena bisa mewakili keempat media pembelajaran diatas.
f.       Multimedia berbasis komputer
Kalau komputer saja sudah canggih, dibantu dengan multimedia sebagai pelengkap rasanya media pembelajaran yang ada saat ini sudah cukup bisa menggeser media pembelajaran menggunakan metode lama. Seperti penggunaan animasi bergerak yang membuat belajar yang lebih asik, interaktif, dan komunikatif.
4.      Peranan media dalam pembelajaran
Peran media sangat penting sekali dalam pembelajaran. Berikut adalah peranan-peranan penting media dalam pembelajaran:
a.       Sarana komunikasi
b.      Modul untuk belajar mandiri
c.       Memperjelas pesan
d.      Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga
e.       Mendapatkan semangat belajar
f.       Belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan peserta didik
g.      Lebih menyenangkan

Ditambahkan pula oleh Kemp dan Dayton (1985) kontribusi media pembelajaran dalam hidup manusia:
a.       penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
b.      pembelajaran dapat lebih menarik
c.       pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan metode belajar
d.      waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
e.       kualitas pembelajaran dapat ditingkat
f.       proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
g.    sikap positif peserta terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
h.      peran dosen berubah kearah yang positif

Pendidikan Jarak Jauh - Tugas 2

TUGAS TOPIK-2

Original post was on 27 October 2012


1.      Jelaskan tiga aspek utama dalam pembelajaran di PJJ!
Ada tiga aspek utama dalam pembelajaran di perkuliahan jarak jauh (PJJ), yaitu:
a.      Terpisahnya si pengajar da peserta didik
Maksudnya adalah ada keterbatasan ruang dan waktu antara dosen dan mahasiswa. Kalau kelas reguler menerapkan sistem tatap muka ketika pembelajaran sedang berlangsung dan harus didalam satu ruangan, maka PJJ adalah sebaliknya. Tidak perlu bertatap muka secara langsung, dimanapun mahasiswa dan dosen berada asalkan ada media yang mempersatukan mereka untuk menjalakan kegiatan belajar mengajar maka PJJ bisa dilaksanakan.
b.      Mandirinya peserta didik
Dalam PJJ, mahasiswa memang dituntut untuk mandiri. Sugilar (2000) menjelaskan bahwa makin tinggi kendali mahasiswa atas pembelajaran yang sedang dijalaninya, dan dengan sendirinya kesiapan untuk belajar mandiri makin tinggi pula. Ini mengacu pada sistem PJJ sendiri yang kendalinya ada di tangan mahasiswa sendiri. Tidak terus menerus ‘disuapi’ dosen, tetapi  kebabasan dalam PJJ harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mencari dan menggali ilmu yang ada terlepas dari sumber yang diberi dosen. Beberapa poin juga menjadi faktor pendorong mahasiswa agar bisa belajar mandiri, seperti kesiapan mahasiswanya sendiri, sikap, dan persepsi masing-masing mahasiswa.
c.       Tutorial
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tutorial berarti pembimbingan kelas oleh pengajar untuk seorang mahasiswa atau sekolomppk kecil mahasiswa. Dalam tahap ini, mahasiswa mendapat haknya sebagai pengajar untuk mendapatkan layanan belajar atau tutorial dari dosen terkait, baik itu bersifat akademik ataupun non-akademik. Kesuksesan mahasiswanya sendiri memang tidak terpaku pada kemandirian mahasiswa sendiri, karena sesungguhnya mereka juga butuh interaksi yang akan memotivasi mereka.
  
2.      Jelaskan lima generasi pada tutorial jarak jauh!
a.      Generasi Pertama: Model Korespondensi
Pada generasi ini memang lebih mengandalkan kepada bahan ajar cetak, baik itu buku atau modul. Isi buku itu juga bisa berupa bahan atau materi pokok pembelajaran. Karena masih generasi pertama, penggunaan teknologi pun tergolong belum ada. Jadi sistem surat-menyurat masih berlaku dan dilakukan pada generasi ini.
b.      Generasi Kedua: Model multimedia
Penggunaan audio dan visual sudah mulai dikembangkan yang melengkapi bahan ajar cetak, contohnya saja kaset, CD, atau video interaktif. Kelebihan dari model multimedia ini adalah peserta didik bisa mendengar atau bahkan melihat si pengajar, hanya saja tidak ada interaksi langung. Juga, model ini bisa di akses dimanapun dan kapanpun mereka mau.
c.       Generasi Ketiga: Metode belajar jarak jauh
Perkembangan teknologi pun semakin pesat, yang tadinya hanya bisa mendengarkan dan melihat sekarang sudah bisa berkomunikasi jarak jauh. Metode ini juga termasuk siaran TV dan Radio yang biasa disiarkan secara live.
d.      Generasi Keempat: Metode belajar flexibel
Pembelajaran via internet sudah bisa dilakukan pada generasi keempat. Mengakses bahan ajar, komunikasi via komputer dengan flexibilitas waktu dan tempat adalah keuntungan yang bisa diambil pada generasi ini.




e.       Generasi Kelima: E-Learning
Pemanfaatan tiga fasilitas yang ada pada generasi sebelumnya dengan dilengkapi komunikasi menggunakan komputer. Adanya server yang bisa menyimpan bahan ajar, mahasiswa kapanpun bisa memprosesnya dengan internet.

3. Secara umum, coba jelaskan perbedaan antara Tatap Muka dan PJJ!
Secara umum memang terlihat jelas perbedaan antara sistem pembelajaran tatap muka dan PJJ, antara lain:
Tatap Muka
PJJ
 1.Sistem belajar yang mengharuskan mahasiswanya hadir untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar
1.      1.Tidak terpaku pada kehadiran dalam suatu ruangan
        2. Waktu kegiatan belajar mengajar yang cukup menyita waktu, antara 4-8 jam.
2. Fleksibilitas tinggi dalam waktu pembelajaran
     3. Jumlah siswa terbatas, tergantung kelas yang disediakan oleh Instansi pendidikan.
3. Jumlah mahasiswanya tidak terbatas (massal), bisa siapapun asalkan terdaftar dalam lembaga terkait.