Original post was on 1 November 2012
Pada pendidikan formal, evaluasi hasil
belajar bisa dibagi kedalam dua jenis, yaitu evaluasi formatif dan sumatif.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya yang dirangkum dalam
tugas-4.
1. Jelaskanlah
bagan peran Tes Formatif dan Tes Sumatif dalam Pembelajaran menurut Grolund!
a. Tes
formatif dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan langkah-langkah perbaikan,
sehingga adanya feedback terhadap
keberhasilan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya, tes
formatif ini dilaksanakan setiap akhir mata kuliah. Berikut peran tes formatif
dalam pembelajaran menurut Gronlund (1992).
Dari
bagan diatas, dapat dillihat bahwa tes formatif bertujuan untuk memonitor
mahasiswa apakah mereka sudah mencapai hasil pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang harus dicapai/ditentukan? Kalau belum, mereka harus diberika
remediasi baik kelompok atau individual, andaikan masih belum, masih harus
dilaksanakan tes diagnostik yang mempelajari kesulitan apa yang dialami
mahasiswa sehingga gagal berakali-kali dengan cara memberkikan mereka semacam
latihan atau tugas. Sebaliknya, jika mahasiswa lulus mereka patut diberikan feedback yang untuk mendukung proses
belajar mereka selanjutnya.
b. Berbeda dengan evaluasi sumatif yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran, tes ini bertujuan untuk melihat kemampuan mahasiswa apakah sudah menguasai materi yang dipelajari atau belum. Hasil ini bisa digunakan untuk sistem penilaian maupun penentuan kelulusan mahasiswa (Gronlund, 1993). Berikut adalah tabel peran tes sumatif dalam pembelajaran:
Ada lima tes sumatif yang dapat diberikan kepada
mahasiswa, yaitu tugas mandiri, ujian akhir semester, tugas tutorial, ujian
praktek dan ujian komprehensif tertulis.
2. Jelaskanlah fungsi penilaian!
Penilaian adalah
suatu hasil evaluasi belajar mahasiswa yang didasarkan pada tiga hal, yaitu:
·
Mengukur keberhasilan belajar mahasiswa
·
Mengevaluasi efektivitas mengajar dosen
·
Memberikan feedback kepada mahasiswa
Penilaian tentu
sangat penting untuk mahasiswa untuk mengukur keberhasilan belajarnya. Karena
sesungguhnya nilai itu jadi cerminan tingkat keberhasilan untuk mahasiswanya
sendiri. Selain itu, sistem penilaian juga bisa memacu, mengerahkan, dan
memberikan semacam reward dari dosen
atas tugas-tugas yang ia kerjakan.
Tidak hanya dari
pihak mahasiswanya saja, dosen juga bisa mengevaluasi kinerja atau cara
pengajarannya, apakah sudah berhasil atau belum. Karena keberhasilan seorang
dosen adalah keberhasilan mahasiswanya sendiri.
3. Apa saja yang Anda ketahui tentang
bentuk-bentuk tes sumatif pada PJJ?
Setelah membaca
topik-4, bentuk-bentuk tes sumatif dalam PJJ di Indonesia ada lima. Berikut
penjelasannya:
a. Tugas
Mandiri
Tugas mandiri atau TM boleh dilakukan
dimanapun dan kapanpun asal tidak melewati batas akhir pengumpulan baik
individu maupun kelompok. Tujuannya tidak lain untuk memacu dan membuka kembali
materi yang sudah diajarkan sebelumnya, penilaian dari TM sendiri hanya diambil
20% dari 100% kegiatan diluar TM.
b. UAS
(Ujian Akhir Semester)
Berdasarkan topik-4, UAS bisa dijadikan
alat ukur keberhasilan mahasiswa jika TM tidak dikerjakan atau nilainya lebih
rendah dari UAS. Biasanya, semua materi yang diajarkan pada semester itu akan
diujikan di UAS ini.
c. Tugas
Tutorial
Tutorial adalah waktu dimana mahasiswa
dan dosen saling berkomunikasi. Karena, di tutorial ini dosen membimbing
mahasiswanya baik secara individu maupun kelompok tidak lain untuk memonitor
kemanjuan mahasiswanya.
d. Ujian
Praktik
Ujian praktik dilaksanakan untuk
beberapa mata kuliah yang menitik beratkan pada kegiatan praktiknya dibanding
materi. Penilaiannya juga berdasarkan kinerja mahasiswa dilapangan.
e. UKT
(Ujian Komprehensif Tertulis)
UKT adalah ujian akhir program studi
untuk mahasiswa, jika mahasiswa gagal disini maka program studi pun tidak akan meluluskan
mahasiswa tersebut.


No comments:
Post a Comment