Monday, November 5, 2012

Pendidikan Jarak Jauh - Tugas 4

TUGAS TOPIK-4
Original post was on 1 November 2012

Pada pendidikan formal, evaluasi hasil belajar bisa dibagi kedalam dua jenis, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya yang dirangkum dalam tugas-4.

1.  Jelaskanlah bagan peran Tes Formatif dan Tes Sumatif dalam Pembelajaran menurut Grolund!
   a.  Tes formatif dilakukan dengan tujuan untuk pengembangan langkah-langkah perbaikan, sehingga adanya feedback terhadap keberhasilan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya, tes formatif ini dilaksanakan setiap akhir mata kuliah. Berikut peran tes formatif dalam pembelajaran menurut Gronlund (1992).

Dari bagan diatas, dapat dillihat bahwa tes formatif bertujuan untuk memonitor mahasiswa apakah mereka sudah mencapai hasil pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai/ditentukan? Kalau belum, mereka harus diberika remediasi baik kelompok atau individual, andaikan masih belum, masih harus dilaksanakan tes diagnostik yang mempelajari kesulitan apa yang dialami mahasiswa sehingga gagal berakali-kali dengan cara memberkikan mereka semacam latihan atau tugas. Sebaliknya, jika mahasiswa lulus mereka patut diberikan feedback yang untuk mendukung proses belajar mereka selanjutnya.

b.  Berbeda dengan evaluasi sumatif yang dilakukan pada akhir proses pembelajaran, tes ini bertujuan untuk melihat kemampuan mahasiswa apakah sudah menguasai materi yang dipelajari atau belum. Hasil ini bisa digunakan untuk sistem penilaian maupun penentuan kelulusan mahasiswa (Gronlund, 1993). Berikut adalah tabel peran tes sumatif dalam pembelajaran:
Ada lima tes sumatif yang dapat diberikan kepada mahasiswa, yaitu tugas mandiri, ujian akhir semester, tugas tutorial, ujian praktek dan ujian komprehensif tertulis.

2. Jelaskanlah fungsi penilaian!
Penilaian adalah suatu hasil evaluasi belajar mahasiswa yang didasarkan pada tiga hal, yaitu:
·         Mengukur keberhasilan belajar mahasiswa
·         Mengevaluasi efektivitas mengajar dosen
·         Memberikan feedback kepada mahasiswa
Penilaian tentu sangat penting untuk mahasiswa untuk mengukur keberhasilan belajarnya. Karena sesungguhnya nilai itu jadi cerminan tingkat keberhasilan untuk mahasiswanya sendiri. Selain itu, sistem penilaian juga bisa memacu, mengerahkan, dan memberikan semacam reward dari dosen atas tugas-tugas yang ia kerjakan.
Tidak hanya dari pihak mahasiswanya saja, dosen juga bisa mengevaluasi kinerja atau cara pengajarannya, apakah sudah berhasil atau belum. Karena keberhasilan seorang dosen adalah keberhasilan mahasiswanya sendiri.

3.  Apa saja yang Anda ketahui tentang bentuk-bentuk tes sumatif pada PJJ?
Setelah membaca topik-4, bentuk-bentuk tes sumatif dalam PJJ di Indonesia ada lima. Berikut penjelasannya:
a.       Tugas Mandiri
Tugas mandiri atau TM boleh dilakukan dimanapun dan kapanpun asal tidak melewati batas akhir pengumpulan baik individu maupun kelompok. Tujuannya tidak lain untuk memacu dan membuka kembali materi yang sudah diajarkan sebelumnya, penilaian dari TM sendiri hanya diambil 20% dari 100% kegiatan diluar TM.
b.      UAS (Ujian Akhir Semester)
Berdasarkan topik-4, UAS bisa dijadikan alat ukur keberhasilan mahasiswa jika TM tidak dikerjakan atau nilainya lebih rendah dari UAS. Biasanya, semua materi yang diajarkan pada semester itu akan diujikan di UAS ini.
c.       Tugas Tutorial
Tutorial adalah waktu dimana mahasiswa dan dosen saling berkomunikasi. Karena, di tutorial ini dosen membimbing mahasiswanya baik secara individu maupun kelompok tidak lain untuk memonitor kemanjuan mahasiswanya.
d.      Ujian Praktik
Ujian praktik dilaksanakan untuk beberapa mata kuliah yang menitik beratkan pada kegiatan praktiknya dibanding materi. Penilaiannya juga berdasarkan kinerja mahasiswa dilapangan.
e.       UKT (Ujian Komprehensif Tertulis)
UKT adalah ujian akhir program studi untuk mahasiswa, jika mahasiswa gagal disini maka program studi pun tidak akan meluluskan mahasiswa tersebut.

No comments:

Post a Comment