Original post was on 27 October 2012
PJJ atau Pendidikan Jarak Jauh adalah suatu sistem pembelajaran yang mahasiswa dan dosennya tidak berinteraksi secara face-to-face, melainkan memanfaatkan penggunaan media yang memungkinkan mereka tetap berinteraksi bertukar pemikiran mengenai sesuatu hal. Adapun beberapa hal yang membuat mahasiswa dan dosen menggunakan metode atau sistem pembelajaran jarak jauh ini, antara lain karena sudah majunya teknologi, informasi, dan komunikasi di dunia. Pemanfaatan kecanggihan teknologi ini memang berdampak cukup signifikan untuk mendapatkankan informasi dan pembelajaran.
Sebenarnya, sistem PJJ
ini tidak difokuskan pada timbal balik informasi antara dosen dan mahasiswanya
saja, tetapi bagaimana si mahasiswanya bisa mencerna dan mengaplikasikan informasi
yang mereka terima di kehidupan nyata. Walaupun pembelajarannya berada di dunia
maya, mereka harus menerapakannya di dunia nyata untuk mendapatkan pengalaman
baru. Bagusnya lagi, dari metode pembelajaran jarak jauh ini adalah bisa
terjangkaunya ke daerah-daerah pelosok dalam konteks ini, Indonesia. Indonesia
memang kaya akan kepulauan, daerah-daerah terpencil mungkin akan sulit untuk
dijangkau oleh pengajarnya, maka apabila penerapan PJJ ini dilaksanakan mungkin
saja bisa mengurangi masalah pendidikan yang ada saat ini tanpa menyulitkan
tenaga pengajar. Ada beberapa hal yang mencirikan PJJ, yang pertama jelas
terpisahnya ruang dan waktu antara si dosen dan si mahasiswanya. Akan tetapi,
mereka bisa dipersatukan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan
adanya media. Sesekali sosialisasi dan pertemuan antara kedua belah pihak
memang diperlukan, entah untuk melakukan tutorial ataupun interaksi lainnya.
Dengan kemudahan
belajar seperti ini tentu saja mahasiswa dan dosen-pun bisa sambil mengerjakan
banyak hal karena waktu yang relatif bebas bisa mengakses bahan belajar
kapanpun dengan mempertimbangkan beberapa hal. Pertama adalah menajaga
interaksi tetap berjalan lancar antara mahasiswa dan dosen agar sistem pembelajaran
masih dapat dilakukan. Kedua adalah keaktifan mahasiswa yang sudah mendapatkan
bahan ajar didunia maya dan mengaplikasikannya di dunia nyata. Karena sistem
ini lemah dalam pengawasan dosen, mahasiswa pun bisa saja lalai dalam
pengerjaannya, maka dibutuhkanlah kemauan yang tinggi untuk mengikuti PJJ.
Terakhir, menjadikan banyak media sebagai referensi untuk pembelajaran sehingga
tidak terpaku pada satu pembahasan saja.
No comments:
Post a Comment